YCE Inofest 2017

YCE INOFEST 2017

Pembangunan infrastruktur dikatakan baik apabila didukung oleh berbagai hal, seperti pendanaan,   teknologi,   material,   peralatan,   sumber   daya   manusia   termasuk penyediaan lahan. Untuk material sendiri khususnya material penyusun beton memegang peranan yang sangat penting seiring dengan semakin pesatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia. Karena seperti yang kita ketahui beton merupakan material utama yang digunakan dalam konstruksi.
Akan tetapi disisi lain seiring dengan berkembangnya pembangunan-pembangunan di Indonesia maka semakin banyak pula material material alam yang tereksploaitasi guna memenuhi kebutuhan konstruksi pembangunan tersebut, hal ini menyebabkan menipisnya bahan bahan material yang masih tersedia dan dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa penggunaan material dalam pembangunan umumnya dan dalam penyusun beton khususnya yang saat ini sedang terjadi bisa dikatakan tidak ramah lingkungan. Ditambah dengan kurangnya kesadaran masyarakat akan lingkungan merupakan suatu masalah yang cukup serius dan harus diperhatikan. Solusi yang dapat digunakan untuk membantu manusia memperoleh lingkungan untuk tinggal yang lebih baik juga guna untuk melestarikan kondisi alam di sekitar kita, bukan hanya untuk saat ini tetapi juga untuk masa mendatang sangatlah dibutuhkan.
Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam bidang konstruksi untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan mengaplikasikan cara-cara pembangunan serta material- material  penyusun  yang  ramah  lingkungan,  salah  satunya  dengan mengaplikasikannya dalam struktur beton dengan bahan material yang ramah lingkungan baik dari segi material maupun sifat beton terhadap pengaruh lingkungan.
Material-material penyusun beton hingga saat ini masih menggunakan bahan-bahan yang sulit untuk diperbaharui, bahkan penambangan agregat secara besar-besaran dengan berkala dapat mengurangi ketersedian agregat di alam serta merusak lingkungan,   sehingga   perlu   dipikirkan   sumber   agregat   dan   material-material penyusun beton lain yang baru, dapat diperbaharui dan ramah terhadap lingkungan.
Sedangkan seiring dengan berkembangnya era konstruksi di Indonesia pula, selain ketepatan mutu dari perancangan, beton sendiri tidak hanya dirancang agar mampu menahan daya tekan melainkan juga dituntut agar mampu menahan daya tarik. Oleh karena itu sangatlah penting dilakukannya suatu inovasi agar beton tersebut mampu menahan daya tekan maupun daya tarik yang tentunya dengan tidak mengesampingkan aspek ramah lingkungan. Meskipun pada dasarnya telah kita ketahui bahwa beton itu sendiri kurang mampu bahkan lemah terhadap adanya gaya ataupun beban tarik.
Melihat beberapa permasalahan diatas maka kegiatan Innovation Concrete Festival pada YCE INOFEST 2017 yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Jember mengusung tema Green Innovation for Sustainable Contruction. Diharapkan dalam kegiatan ini dapat menjadi wadah yang tepat untuk mengimplementasikan keilmuan dan keahlian mengenai perencanaan ketepatan mutu beton dan pembuatan beton inovasi yang ramah lingkunan.

TUJUAN
Tujuan dari kegiatan ini adalah :
Meningkatkan kemampuan mahasiswa teknik sipil dalam membuat beton inovasi.
Meningkatkan kemampuan mahasiswa teknik sipil dalam ketepatan perencanaan pembuatan beton inovasi.
Meningkatkan kreatifitas mahasiswa dalam pemilihan material-material alami/material alternatif dalam pembuatan beton inovasi.

TEMA
Tema dari Innovation Concrete Festival ini adalah “Tepat Rancang Beton Inovasi Mutu 22,5 MPa

KETENTUAN PESERTA
Ketentuan  peserta adalah sebagai berikut:
Lomba terbuka untuk mahasiswa S1, diploma (D3 dan D4) Teknik sipil dari Universitas se-Indonesia.
Tim peserta adalah mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia yang secara resmi menjadi utusan Perguruan Tinggi pengirim.
Peserta lomba berbentuk tim yang beranggotakan maksimal 3 (tiga) orang yang berasal dari program studi/angkatan yang sama dan boleh berbeda, tetapi masih dalam satu perguruan tinggi..
Mahasiswa/i D3/D4/S1 dari perguruan tinggi se-Indonesia yang tercatat sebagai mahasiswa aktif.
Peserta merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan berkedudukan di Indonesia selama lomba berlangsung.
Peserta wajib menggunakan nama asli sesuai dengan identitas resmi (KTP/KTM/SIM/Paspor).
Peserta setuju untuk memberikan hak kepada pelaksana kegiatan untuk memproduksi dan menggunakan karya tersebut pada media publikasi kegiatan.
Peserta wajib mencantumkan nomor telepon yang mudah dihubungi.
Setiap tim wajib dibimbing oleh 1 (satu) orang dosen pembimbing dari universitas yang sama.
Tim peserta yang diundang pada tahap final merupakan tim peserta yang dinyatakan telah lolos tahap seleksi proposal, yang akan diumukan pada tanggal 17 September 2017

Komentar